Kamis, 21 April 2011

Sarangi Ireokhe Chapter 2


 Tittle : Sarangi Ireokhe
             Main Cast : Kim Heechul, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Yesung


Seminggu kemudian, tanggal 13 Februari 20xx
Chullie dan Wookie sibuk di dapur untuk membuat cokelat valentine. Chullie teringat akan susu vanila yang Wookie beli. Timbullah niat jahil dari dalam diri Chullie untuk menjahili adiknya. Ia berteriak pada Yesung, yang sedang mengisi TTS, “Sungie ah...! Wookie membelikan susu vanila merek ‘X’ untukmu!” Chullie tahu Yesung sangat menyukai susu vanila dengan merek tersebut.
Yesung segera berjalan ke dapur, “Benarkah itu, Wookie ah?” tanyanya.
“Tapi itu sudah seminggu lalu.... mungkin sudah basi...” Ucap Chullie, setengah tertawa.
“Mana mungkin satu minggu langsung basi? Babo Noona =p”
“Eonnie, ini kan untuk campuran coklatnya...! Maaf Yesungie, kecewa, ya?”
Yesung tanpa ekspresi langsung  pergi meninggalkan dapur, diiringi suara tawa Chullie.
“Eonnie jahat pada Yesungie.. “ Wookie cemberut.
“Dia juga jahat padaku... kau dengar sendiri, kan, dia mengatakanku ‘bodoh’?” Chullie membela diri.
“Itu sih kenyataan...” Ucap Wookie, membuat Chullie tidak dapat berkata apa-apa lagi.
“2 gadis papa sedang apa? =)” tanya Papa Kangin sambil merangkul kedua puterinya.
“Kami lagi bikin coklat nih....” Jawab Wookie.
“Oya? Hmm... Jadi teringat masa lalu nih, waktu masih pacaran sama mama.. Coklat bikinan mama enak sekali!”
“Mamaku, atau mamanya Wookie?” tanya Chullie, memastikan.
“Tentu mama kalian yang sekarang.. Dulu sebelum menikah dengan ibumu, Chullie, papa kan pernah pacaran sama Mama Teukie. Jodoh emang ngga kemana, yah?” Mata Kangin menerawang. “Tapi coklat buatan mamamu juga enak kok.. sayangnya, ia memberikan coklat itu tak hanya kepadaku, tapi pada laki-laki lain juga..”
“Hmm...” Chullie tersenyum merasa hal itu lucu. Ia teringat ibu kandungnya dulu. Banyak yang mengatakan hal buruk mengenai ibunya, seperti wanita yang suka bergonta-ganti pasangan. Bila dulu ibunya tidak menggoda ayahnya, mungkin ia tak akan pernah lahir dan menjadi Chullie yang sekarang. Chullie yang memiliki 2 orang kekasih, dan 1 orang yang dicintai.
“Apakah ‘playgirl syndrom’ itu diturunkan secara genetis?” tanya Siwon yang tiba-tiba datang dan langsung meletakan dagunya di atas bahu Chullie.
Chullie terkejut dan menengok ke arah Siwon yang ada di sebelahnya, “Apa maksud Oppa?” Chullie gugup.
“Chullie ah, Berapa jumlah kekasihmu seluruhnya?” tanya Siwon tanpa ekspresi.
“A, a, aku ... aku tidak mempunyai kekasih...!” Jawab Chullie terbata. “Papa, Siwon Oppa jahat padaku...T.T” Rengeknya manja sambil bersembunyi di balik punggung sang ayah.
*bugghhh...* suara sesuatu yang terjatuh dari ruang tengah mengagetkan mereka. Mereka saling berpandangan untuk beberapa saat.
“Suara apa itu?” tanya Siwon. Papa Kangin berlari ke ruang tengah untuk melihat apa yang terjadi, diikuti Siwon, Chullie, dan Wookie.
Di ruang  tengah, mereka melihat Yesung terduduk di dekat tangga. Di sekitarnya, terdapat bantal-bantal yang berserakan.
Yesung segera berdiri, “Gwaenchana..” Ucapnya sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya tanpa membereskan bantak-bantal itu.
Wookie mengejar Yesung, diikuti oleh Chullie. Wookie menutup pintu kamar mereka, segera setelah memasukinya, membuat Chullie, yang berniat ikut masuk, terkejut karena hampir saja pintu itu mengenai wajahnya.
“Haish, hampir saja!” Gerutu Chullie dalam hati. Dari lantai 2, ia melihat Siwon yang sedang memunguti bantal bersama Mama Teukie, sementara Papa Kangin menatap ke arah tangga. “Everything’ll be a’right, Appa..” bisik Chullie.
Ia kembali ke dekat pintu dan mencoba menguping, siapa tahu ada percakapan di antara mereka. Ia heran, Yesung memang tipe orang yang tidak peduli. Namun kali ini berbeda, ia terlihat gelisah dan kerap melakukan kesalahan, seperti menjatuhkan barang-barang, terjatuh, berkali-kali teriris saat memasak, bahkan memecahkan piring atau gelas saat bagiannya mencuci piring.

“Oppa...” Suara Wookie mulai terdengar.
“Oppa? Jarang sekali mendengarnya memanggil Yesungie dengan sebutan ‘Oppa’...” Pikir Chullie.
“Oppa kenapa, akhir-akhir ini terlihat berbeda..?”
“Tidak apa-apa..” Suara Yesung terdengar dingin di telinga Chullie.
Chullie membuka pintu kamar itu sedikit. Ia melihat Yesung duduk di sisi tempat tidur dan Wookie ada di sebelahnya, tengah merangkul kembarannya. Namun Yesung malah memalingkan wajahnya.
“Sudahlah, tinggalkan aku!” Yesung setengah membentak Wookie melepaskan rangkulannya.
Wookie terdiam, setengah menunduk. Hal ini dilihat jelas oleh Chullie. Adik perempuannya itu terlihat sangat terkejut dan seperti ingin menangis.
“Kalau kau tak mau pergi, biarkan aku yang pergi!” Yesung memperhalus nada bicaranya, dan berdiri meninggalkan Wookie.
Chullie segera meninggalkan pintu kamar itu dan beralih ke pintu kamarnya. Saat melewatinya, Yesung hanya menatap dirinya melalui ujung matanya. Tatapannya tajam. Chullie merasa takut, namun mencoba untuk tersenyum pada adik laki-lakinya, yang terus berjalan tanpa menghiraukannya.
“Huh... Sombong sekali anak itu!” Gerutu Chullie.

Malam harinya,
@Wookie’s side
Gadis itu mencoba memejamkan matanya di atas tempat tidur tingkat, dimana ia berada di tingkat atas, sementara Yesung di bawahnya.
“Oppa,” Panggil Wookie. Tak ada jawaban dari bawah sana. “Oppa, aku tahu kau belum tidur. Kalau ada yang mau dikatakan, katakanlah! Jangan diam seperti itu!” Ucap Wookie.
“Wookie ah... dari mana kau tahu kalau aku belum tidur?” Sahut Yesung, disertai pertanyaan, yang menurut Wookie, ia tak perlu menjawabnya.
“Maafkan aku soal tadi siang,” Ucap Wookie.
“Aku bertanya padamu, dari mana kau tahu kalau aku belum tidur?” Yesung mengulangi pertanyaannya.
“Apa aku perlu menjawabnya? Kita sejak dalam rahim selalu bersama. Dari nafasmu saja, aku dapat mengetahuinya, Oppa...” Sahut Wookie. “Sekarang, kau harus menjawab pertanyaanku!” Tukas Wookie.
“Pertanyaan yang mana?” Yesung pura-pura tidak mengerti. Sebenarnya ia hanya ingin menghindar.
“Oppa kenapa? Akhir-akhir ini tampak berbeda..”
“Oh...” Komentar Yesung, lalu diam.
Wookie merasa kesal. Ia tahu karakteristik saudara kembarnya itu. Namun saat ini, ia tak ingin mempedulikannya. “Kau harus menjawabnya, Oppa..”
“Mungkin aku mengalami yang namanya ‘Sister Complex’,” Jawab Yesung.
“Maksud Oppa?”
“Hmm... Besok kau akan memulai hidup barumu dengan kekasihmu. Kurasa aku belum siap untuk itu,” Ucap Yesung. “Kau selalu bersamaku. Dan mulai besok, kau akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama kekasihmu,” Lanjutnya.
“Aku masih tetap bisa bersamamu, Oppa!” Wookie tertawa kecil. “Ingat tidak, dulu kita pernah berjanji, kita adalah saudara kembar yang tidak akan pernah terpisahkan, kecuali oleh maut!^^” Perkataan Wookie membuat Yesung tertawa. “Kalau dipikir-pikir, itu seperti janji pernikahan. Mungkinkah saat itu kita telah, menikah?” Gurau Wookie.
“Hahaha... Kau bisa saja! Mana mungkin sesama saudara menikah!” Yesung tertawa menanggapi gurauan itu.

@Chullie Side,
Ia mendengar suara tawa dari kamar adiknya yang terletak di sebelah kamarnya. Ia tak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi ia cukup lega mendengar mereka tertawa. Itu tandanya mereka baik-baik saja.
Di tangan Chullie terdapat sebuah naskah. Ia harus mempelajarinya. Ia membayangkan hari esok. Besok adalah test puisi. Tiap mahasiswa harus dapat membacakan puisi dalam bahasa China yang tergolong panjang, tanpa cacat sedikitpun. Pak Hangeng pasti akan menjadi tim penilai.
“Bum ah, aku sudah dua kali gagal, apakah besok akan gagal lagi?” tanya Chullie pada bantal kepala kucingnya. “Kau tahu, setiap melihat matanya menatapku, dadaku terasa sesak. Aku ingin meneriakan sesuatu. Tapi apa yang aku teriakan? Aku takut. Semua menjadi kacau saat aku mengetahui bahwa ia menatapku. Aku lupa naskahnya. Ini sudah dua kali terjadi. Apa yang harus aku lakukan?” Chullie terus memikirkan hal itu sampai akhirnya ia tertidur.


**To Be Continued**
=)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar