Kamis, 21 April 2011

Reset Chapter 4 (Part 1)

Chapter 4
Love Disease

Main Cast : Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae


“Sebaiknya Anda jangan terlalu banyak bekerja. Istirahatlah di rumah. Saya khawatir akan kondisi jantung anda”. Kata-kata itu terus terngiang di telinga Jongwoon. Dokter mengatakannya saat ia memeriksakan diri karena sakit di daerah dada. “Sekarang kau hanya manusia lemah, Kim Jongwoon... MANUSIA LEMAH” batinnya. “Tidak... aku harus tetap bekerja. Aku tidak bisa berada di rumah itu terlalu lama... Aku harus menyibukkan diriku! Harus!” Ucapnya dengan tatapan tajam yang tidak terarah.

Tok.. tok.. tok... “Hmm.. masuk!” Seorang laki-laki yang usianya lebih muda darinya membuka pintu dan memasuki ruangan. Sebelum berkata-kata, ia menundukan kepalanya terlebih dahulu.

“Siang ini ada rapat di kantor cabang, Tuan. Apakah tuan akan datang?” “Tentu saja! Ayo kita berangkat sekarang!”

“Tapi wajah Anda terlihat pucat, mau saya buatkan teh hangat?” tanyanya.

“Tidak usah.. kita harus cepat untuk mengantisipasi macet!” sahut Jongwoon.

Laki-laki yang berpakaian formal itu menundukan kepalanya dan menuruti apa yang dikatakan Jongwoon. Keduanya meninggalkan ruangan itu dan bergegas menuju mobil silver milik Jongwoon.

“Tuan, apa mau saya pesankan makanan? Tuan belum makan sejak tadi pagi...”

“Tidak usah...” Ucap Jongwoon tegas.

“Baiklah, Tuan..” Laki-laki itu melanjutkan menyupir.

Satu jam kemudian mereka sampai di sebuah gedung tinggi, yang merupakan perusahan milik Jongwoon. Laki-laki itu membukakan pintu bagian belakang, tempat Jongwoon duduk. Mereka datang tepat waktu. Begitu memasuki ruangan, ia langsung menduduki tempatnya dan membuka laporan-laporan dari bawahannya, memeriksa itu dengan cermat, sebelum akhirnya berbicara.
Jongwoon terdiam beberapa saat karena merasakan sakit di area dada. Ia menggigit bibir bagian bawahnya, sebelum akhirnya berdiri. Tangan kirinya berpegangan ke sisi meja, sementara tangan kanannya meremas kemeja di bagian dada, dimana rasa sakit itu terasa. Namun tangannya tidak cukup kuat untuk berpegang, semakin lama semakin melemah, dan akhirnya ia jatuh tidak sadarkan diri.
Asistennya segera menginstruksikan karyawan lain untuk menelepon ambulance. Setelah ambulance itu datang, Jongwoon segera dilarikan ke rumahsakit. Asistennya duduk di sebelah Jongwoon. Ia panik karena atasannya tiba-tiba jatuh. Jadwal mereka memang padat sejak seminggu yang lalu, dan ia tahu betul tuannya itu kurang sehat. Namun ia juga tak dapat memaksa tuannya untuk makan/minum.

Di sela-sela masker oksigen, Asistennya melihat Jongwoon menggerak-gerakan bibirnya. “Tuan, jangan banyak bicara dulu, tuan masih lemah!”

Jongwoon menggenggam tangan asistennya dengan erat, “Ss.. soal inn... ni... tolong.... jangan beritahu Ryeo.... wook..”

“Baik, Tuan, tuan jangan banyak bicara dulu... Saya yakin, Tuan pasti sembuh!”

Mata Jongwoon terbuka, namun pengelihatannya tidak jelas. Sayup-sayup ia mendengar sirine. Pikirannya tertuju pada istrinya yang sudah meninggal, “Geunyoung, apakah sebentar lagi kita akan bertemu? Bila iya, aku akan senang sekali..” batinnya.

Di rumah sakit, Sungmin sedang membayar obat untuk dirinya sendiri. Ia melihat sosok yang pernah ia lihat, tergeletak di tempat tidur dorong, di lengannya terdapat selang infus, hidung dan mulutnya tertutup masker oksigen. Sosok yang angkuh itu, tergeletak tak berdaya.

Karena penasaran, ia mengikuti para perawat yang mendorong tepat tidur itu sampai UGD. Tampaklah asisten Jongwoon di sana. Ia tampak mengenali Sungmin dan memlihat ke arahnya.

Sungmin mendekati laki-laki itu dan duduk di sampingnya. “Apa yang terjadi pada Paman?” tanyanya.

“Ah? Kau siapa? Sepertinya aku pernah melihatmu..”

“Lee Sungmin, sahabat Ryeowook”.

“Ah, Anda sahabat Tuan Muda Ryeowook?” asisten Jongwoon tampak terkejut.

***NEXT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar