Jumat, 15 April 2011

Sarangi Ireokhe: Chapter 1 (Part 2)

>>>
Di perjalanan, “Siwonnie, kita ke sekolah Yesung dan Wookie ah.. aku dan Wookie kan mau belanja... kamu, habiskan waktumu dengan Yesungie.. bagaimana?”
“Hmm... jadi kau tak mau pergi berdua denganku?” Tanya Siwon dengan tampang kesal yang dibuat-buat.
Chullie tersenyum, “Bukan begitu.. Aku kan tadi sudah janji dengan Wookie ah... Maaf ya, Oppa-ku sayang...” Chullie mulai merayu Siwon.
“Baiklah... Aku memang lemah terhadapmu...” Ucap Siwon serius.
“Haha... terimakasih..” Chullie tersenyum penuh kemenangan.
Sekitar pukul 1 siang, Yesung dan Wookie sudah keluar. “Kupikir kalian akan sampai sore..” Ucap Siwon.
Yesung memastikan Wookie sudah duduk, menutup pintu mobil, lalu ia berjalan ke pintu depan untuk masuk ke mobil itu.
“Hari ini memang jadwalnya sampai jam segini, Oppa...” Sahut Wookie, pelan.
“Kita pergi ke tempat makan dulu, ya, Hyung... Wookie ah belum makan siang..” Ucap Yesung.
“Wookie ah atau kau?” goda Siwon.
“Aku juga belum, tapi aku tak apa jika tak makan,” ucap Yesung.
“Baiklah, kami juga belum makan..” Ucap Siwon.
Tibalah mereka di sebuah kafe. Mereka memesan 4 porsi Bibimbap. Pesanan mereka datang dengan cepat. Mereka memakannya dengan tenang. Sesekali, Chullie melirik Siwon, Wookie, dan Yesung. Siwon tampak serius dalam memakan makanannya, sementara Wookie, sama seperti dirinya, yang sesekali melirik ke yang lainnya. Saat melihat Yesung, Chullie agak heran, karena ia tampak tidak  memakan makanannya itu. Ia hanya mengaduk-aduk sayuran dan daging di atasnya, namun tak ada yang masuk ke dalam mulut.
“Yesungie ah, makanlah..!” Ujar Siwon yang ternyata melihat hal itu.
“Ne, Hyung...” Yesung tampak malas, kemudian ia menyuapkan nasinya ke dalam mulit..
“Kau ini, untuk makan saja malas, apa lagi mengerjakan hal lain...” Sindir Siwon *kata-kata nenek G nih^^*
“Kalian pergi bertiga saja, biar aku pulang naik bis..” Ucap Yesung.
Wookie menghentikan makannya, “Kenapa?” tanya Wookie dengan nada cemas.
“Aku merasa tak enak badan..” Jawab Yesung.
“Kalau begitu kita batalkan saja, ya... Kita langsung pulang saja.. Kasihan Yesungie...” Ucap Wookie.
“Tak perlu khawatir padaku...”
“Tapi...”
“Mungkin setelah makan ini, aku akan baik-baik saja,” Yesung mengalihkan pembicaraan, “Aku akan ikut kalian!” Ucapnya sambil tersenyum dan memasukkan nasi ke mulutnya..
Siwon dan Heechul saling berpandangan. Mereka tidak mengerti Yesung yang pada awalnya sakit, namun tiba-tiba mau ikut begitu saja.
“Oppa, jongmal gwaenchana?” Wookie memastikan dengan tatapan dan nada suara yang khawatir.
“Naneun gwaenchana, Wookie ah... “ Sahut Yesung.  “Lanjutkan makanmu..!” Perintahnya,
Setengah jam kemudian, mereka meninggalkan cafe itu dan pergi ke tempat tujuan masing-masing.
Chullie dan Wookie pertama-tama memasuki toko adonan kue. Mereka mangambil beberapa batang coklat putih dan pewarna makanan. Selain itu, Wookie juga mengambil beberapa kotak susu vanila.
“Banyak juga.. bukankah kau lebih suka rasa strawberry atau coklat?” tanya Chullie. “Untuk Yesungie?” Tanyanya lagi. Wookie hanya tersenyum penuh rahasia. Itu membuat Eonnienya merasa kesal, namun ia tetap senang karena baru ia sadari, kedua adiknya sudah dewasa ternyata.
“Eonnie, aku sudah selesai... Mau langsung bayar atau masih ada yang mau Eonnie beli?” tanya Wookie.
“Ehm.. bayar saja.. setelah ini, kita cari gaun, bagaimana?” tanya Chullie.
“Hmm... ide yang bagus...” Wookie menyetujuinya.
Chullie kemudian mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Siwon agar ia dan Yesung pulang lebih dulu.

==

“Jadi kau ambil yang mana?” tanya Siwon, saat ia dan Yesung berada di Toko Jas.
“Aku belum membutuhkan jas seperti ini,” Ucap Yesung datar.
“Baiklah, Chullie meminta kita untuk pulang lebih dulu, kalau tak ada yang mau kau beli, sebaiknya kita pulang,”.
“Lalu bagaimana dengan Wookie ah?” Tanya Yesung. Dari nadanya seolah menolak untuk pulang bersama Siwon.
“Sudahlah, tak perlu khawatir. Ia bersama Chullie,” Siwon mearik tangan adiknya.

Di perjalanan, Siwon mengamati adiknya. Ia terlihat cemas. Hal ini mengingatkannya akan peristiwa semalam, dimana ia meminta Wookie untuk pulang bersamanya menggunakan mobil, sementara Yesung sendiri mengemudikan motornya sendiri. Saat itu, Wookie tidak berhenti menangis sambil menyatakan kekhawatirannya akan Yesung. Ia berpikir, apakah ikatan saudara kembar sampai sebegitu eratnya.
“Yesungie ah,” Panggilnya.
“Ya?” Sahut Yesung sambl melihat ke arah Hyungnya.
“Bagaimana rasanya memiliki saudara kembar?” tanyanya, sambil tetap fokus pada mengemudi.
“Mengapa bertanya demikian?” Yesung balik bertanya.
“Kau sering tampak terlihat khawatir bila berpisah dengan Wookie ah, begitu pula Wookie”.
“Oh..” Lalu jawabnya, “Aku tak tahu pasti, namun hal ini terus kupikirkan. Sejak di dalam kandungan, kami telah berbagi ruang, berbagi nutrisi, mendengarkan musik bersama, segala hal yang mama katakan untuk bayi yang berada dalam kandungannya, itu untuk kami. Sejak dalam kandungan aku tak pernah sendiri, aku bersama Wookie ah. Namun yang aku herankan, mengapa harus Wookie ah yanng menderita kelainan jantung? Sejak dalam rahim, kami bersama, mengapa hanya Wookie yang menderita? Mengapa tidak kami? atau... mengapa bukan aku saja?” Cerita Yesung mengenai hal yang ia pikirkan. “Kadang aku measa Tuhan tidak adil” Ucap Yesung, menghela nafas. “Dalam hal ini, aku sangat takut kehilangan adikku. Aku takut kalau jantungnya tiba-tiba berhenti dan aku ditinggal sendiri,” Ucap Yesung.
Siwon mengangguk-anggukan kepala, tanda memahami perasaan Yesung. Ia merasa Yesung benar-benar kesepian, meskipun di sekitarnya ada banyak orang yang menyayanginya.
“Namun aku tak dapat melakukan apapun selain berbuat baik agar Tuhan berkenan padaku, dan tidak membiarkan yang ku khawatirkan itu terjadi. Sambil menjaganya juga,” Sambung Yesung.
Siwon menanggapinya dengan anggukan lagi. “Sebentar lagi hari valentine, Wookie telah menemukan orang yang ia cinta. Kurasa, kau harus sedikit memberinya ‘ruang’. Jangan sampai karena kamu, ia tidak bisa bersama dengan orang yang ia cintai,” Ucap Siwon.
Yesung diam. Entahlah ia menanggapi kata-kata Hyungnya atau tidak, yang pasti. Wajahnya selalu seperti itu, tanpa ekspresi.
==
Malam hari, Wookie dan Chullie tiba di rumah. Banyak sekali barang yang mereka beli. Yesung segera mengambil 2 buah keresek yang dibawa oleh Wookie.
“Yesung ah, bawaan Noona lebih banyak dari Wookie, mengapa tidak membawa punya Noona dulu?” tanya Chullie agak kesal sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Yesung tak menjawab perkataan sang Noona. Ia terus berjalan ke arah tangga dan menaikinya.
“Haish... anak itu!” Gerutu Chullie.
“Sudahlah, biar aku yang bawa...” Siwon mengambil keresek-keresek yang tergeletak di lantai, yang tadi Chullie bawa, lalu naik ke lantai atas untuk menaruhnya di kamar Chullie.
“Mama mana, Oppa?” tanya Wookie pada Yesung yang baru kembali ke bawah.
“Dinner ma Papa...” Jawab Yesung.
“Kalian udah makan blum?” tanya Chullie.
“Belum..” Jawab Yesung sambil menggelengkan kepala..
“Haish! Orang tua macam apa... masa pergi dinner tanpa membuatkan makanan untuk anaknya?” Chullie mulai emosi.
“Chullie...” Siwon menenangkan.
“Aku masak untuk kalian deh... Aku dan Chullie Eonnie  udah makan soalnya..” Wookie pergi ke dapur.
“Kakak macam apa kau, pulang-pulang, tahu adiknya belum makan, malah mara-marah, bukannya masak!” Ucap Yesung pelan, namun dalam, sebelum akhirnya beranjak ke dapur untuk menemani Wookie.
“Siwonnie Oppa.... T.T” teriak Chullie.
Siwon langsung menghampirinya, “Sudahlah...” katanya dengan tenang. “Memang ada benarnya juga apa yang dikatakan Yesungie...” Tambahnya sambil membelai kepala Chullie.
“Haish!” Chullie memukul kepala Siwon.
“Aww....!” Siwon memegangi kepalanya. “Bersikaplah baik pada Oppamu ini...” Lagi-lagi Siwon mengucapkannya dengan lembut, membuat Chullie gemas dan ingin memukulnya sekali lagi. “Kau ingin memukulku lagi, Chagi?”
Chullie kehilangan kata-kata. Ia menatap mata Oppanya itu, kemudian ia tertawa sendiri.
“Mengapa tertawa?” tanya Siwon sambil membulatkan matanya.
Chullie beranjak dari sofa dan berkata, “Kau mencoba menggodaku? Aku tak akan tergoda!” katanya sambil senyum-senyum sendiri.
“Punya yeoja chingu GR-an kayak kamu....”
“Stop stop stop!!!!!” Chullie membungkam mulut Siwon. “Kau mau mereka tahu?” Ucap Chullie sambil melotot. Mereka yang dimaksud adalah si kembar, Yesung – Wookie, yang sedang berada di dapur.
“Mereka tidak akan tahuu, Chagi.. tahu sendiri, kan, gimana asiknya adik kembar kita kalau lagi berdua?.. jadi mereka ngga akan tahu, bahkan kalau aku menciummu sekarang…” Goda Siwon, mendekati wajah Chullie.
Chullie merasa takut. Matanya melotot ke arah Siwon, namun Siwon tak menghiraukan itu. “Tidak….!!!” Teriak Chullie sambil berdiri dari sofa dan lari ke menuju kamarnya di lantai 2.


>To Be Continued<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar