Jumat, 15 April 2011

Sarangi Ireokhe: Chapter 1 (Part 1)

Tittle : Sarangi Ireokhe
Main Cast : Kim Heechul, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Kim Yesung.
“Kami berangkat!” Ucap Heechul dari dalam mobil sambil melambaikan tangan pada kedua orang tuanya.
“Hati-hati di jalan.. Siwonnie, jangan ngebut-ngebut! Yesungie, jaga adikmu di sekolah!” Ucap Mama Teukie.
“yo, Ma...Pa... dadah...!” ucap Siwon.
Mobil putih itu berlalu, ‘tersisalah’ Mama Teukie dan Papa Kangin. “Anak-anak udah gede, yah, Yeobo...” ucap Mama Teukie pada Papa Kangin.
“Iyalah Boo... udah gede...masa kecil terus... bisa repot kita..!” Papa Kangin tertawa ngedenger kata-kata istrinya.

>>>Next
“Artinya kita udah makin tua, dnk, Yeobo...!”
Papa Kangin melingkarkan tangan di pinggang istrinya, “Tapi  kamu tetep cantik kok, My Boo....” ucap Papa Kangin dengan sok imutnya.
Mama Teukie nampar pipi Papa Kangin pelan, “Sana pergi ke kantor gih... udah siang tau!”
“Eh, iya...^^ Kalo udah bedua gini jadi lupa waktu!^^” Papa Kangin ngambil tasnya yang dari tadi dipegangin sang istri *parah dah Kangin*. “Dah My Boo...” Sebelum masuk ke mobil gede warna hitam (kira-kira semodel ma ‘Fortuner’), Papa Kangin mengecup kening istrinya.

**
“Eonnie, nanti ajarin Wookie bikin coklat, ya!” Pinta Wookie pada sang Eonnie yang duduk di sebelahnya.
“Untuk apa? Ga biasanya..” komentar Chullie sambil menatap Wookie curiga.
“Bentar lagi kan Valentine, Eonnie...”
“Ciyeee..... Wookie memang mau ngasih coklat ke siapa?” Tanya Chullie.
“Ada deh....!” Jawab Wookie penuh rahasia.
“Yah, main rahasia-rahasiaan sama kakak sendiri...!” pekik Chullie.
“Mungkin masih malu...” goda Siwon. “Nanti beritahu Oppa ya, Wookie ah!”
Wookie hanya tersenyum tanpa menjawab.
“Yesungie ah, kamu pasti senang, kalo Wookie udah punya cowok, berarti kamu ga harus jagain dia full 24 jam, kan?” Ujar Siwon sambil melirik ke arah Yesung yang duduk di sebelahnya.
Yesung terlihat acuh. Pandangannya ke arah jendela di sampingnya, sementara telinganya disumbat oleh benda bernama headset.
“Anak ini!” Gerutu Siwon dalam hati.
“Ah, sampai!” seru Yesung, bersamaan dengan Siwon yang mengerem mobilnya. Ia keluar dari mobil dan membuka pintu belakang untuk Wookie keluar. “Anyeong Noona, Hyung!” Ucap Yesung sambil melambaikan tangannya.
Heechul berpindah tempat ke jok depan. “Siwonnie, lihatlah...” Chullie menunjuk kedua adik kembarnya.
“Wae?”
“Tidak terlihat seperti anak kembar, ya!” komentarnya.
“Memang mereka bukan kembar identik, kan?” ucap Siwon.
“Bukan itu maksudku.. Mereka lebih mirip orang pacaran...” Komentar Chullie.
“Hmm... ada-ada saja...!”
“Lihat, Wookie menggandeng tangan Yesung seperti itu..!” Chullie menunjuk pada Wookie yang melingkarkan kedua tangannya ke tangan kiri Yesung.
“Wookie kan memang lemah, wajar lah.. Lagian dari kemaren-kemaren kayaknya udah kayak gitu.. Mengapa baru sekarang kau permasalahkan?”
“Ya, aku saja tak pernah meluk tangan kamu seperti itu..”
“Itu sih kau saja yang tidak romantis,” Ucap siwon. “manggil ‘Oppa’ aja cuma kalo di depan papa-mama..Terus kapan coba kamu pernah manggil aku ‘Chagi’? Ga pernah deh kayaknya..”
“Hhe...” Chullie nyengir ngedenger ucapan Siwon. “Bukannya gitu, Oppa...” Karena disindir, Chullie manggil Siwon’Oppa’. “Aku takut kalo papa-mama tau tentang hubungan kita. Mungkin mereka akan sedih..” Ucap Chullie. “Meskipun kita ga ada hubungan darah, tetep aja, kan kita udah jadi satu keluarga dengan menikahnya papa aku dan mama kamu?”
“Iya juga sih....” Siwon menyetujui.
“Oppa, jalan donk! Masa mau di sini terus!” Ucap Chullie yang menyadari mereka masih di depan gerbang sekolah Yesung dan Wookie.
Siwon menginjak gas lalu berangkat ke  kampus.
Setelah sampai dan keluar dari mobil, seseorang memanggil Chullie. Ia membalikan badannya dan melihat seorang laki-laki berpakaian rapih dan cukup formal berdiri di depan sebuah mobil sejenis sedan warna biru, yang terletak beberapa meter dari dirinya dan mobil yang dikendarai Siwon.
“Kyuhyun Oppa...!” Serunya sambil berlari ke arah laki-laki itu.
Laki-laki bernama Kyuhyun itu langsung memeluk Chullie dan mencium keningnya. “Miss you, Chagi...!”
“Ehm... Cuma 2 hari, kan kita tidak bertemu... sabtu dan minggu.. mengapa sebegitu kangennya?” Chullie agak gugup karena takut Siwon melihatnya. Dengan masih dipeluk Kyuhyun, Chulie mencuri pandang lewat kaca jendela mobil Kyuhyun. “Mampus gue... Siwon masih di situ.. mana ngeliatin lagi...!..>,<” Batin Chullie berteriak. “Op-pa.. Lep-pas-sin ngga-bis-sa nap-pas...” Ucap Chullie terbata.
Kyuhyun menurut, ia melepaskan pelukannya. “Jadi kamu ga kangen, ya sama aku?”  Ucapnya sambil mengembungkan pipinya dan ekspresi bete yang dibuat-buat, yang ‘seharusnya’ membuat dia tempak terlihat imut.
“Ni namja...  tampangnya yang kayak gini nih yang bikin gw bete...” Batin Chullie lagi. “Aku ke kelas ya, udah mau jamnya nih... dadah..!” Chullie berlari menjauhi Kyuhyun sambil melambaikan tangan. “Fuh... akhirnya aku terbebas...!” Ucap Chullie sambil mengelus dadanya dan mempercepat langkahnya untuk sampai di kelas.
Pukul 8 tepat, kelas dimulai. Chullie masih menatap jam dinding yang terasa lambat berputar. Sesekali ia melihat ke arah pintu. Sesekali pula ia memperhatikan kekasihnya yang tadi memeluknya di tempat parkir. Kyuhyun, kekasih Chullie merupakan salah satu mahasiswa terbaik. Ia diangkat menjadi asisten dosen mata pelajaran “Puisi dan Pepatah”. Saat mengajar di depan kelas, laki-laki itu terlihat sangat dewasa dan gentleman, tidak seperti pada saat dirinya berhadapan dengan Chullie.
Chullie menyukai sikapnya yang seperti itu. Namun hari ini perasaannya memang sedang tidak enak. Ia sangat ingin bertemu seseorang yang tidak dapat ia temui. Ia berharap orang itu datang ke kelasnya dan mengatakan kata-kata bijak yang dapat sedikit menghiburnya.
“Kim Heechul!” Panggil Kyuhyun.
“Ah? Iya Pak Cho?” Chullie terkejut begitu menyadari namanya dipanggil.
“Apa kau sudah memahami ini?” tanya Kyuhyun.
“Ehm.. itu..”
“Kulihat kau melamun. Jangan sampai tidak lulus lagi!” Ucap Kyuhyun sambil melanjutkan mengajarnya.
“Haish, orang ini!” Umpat Chullie dalam hati. Bagaimanapun, Chullie tidak dapat berkonsentrasi dalam pelajaran ini. Ia ingat betul, dimana orang itu berjalan dengan seorang gadis cantik. Bahkan Chullie yang selalu menganggap dirinya cantik pun mulai mengakui bahwa gadis itu lebih cantik dari dirinya. Tak dapat menahan rasa cemas, ingin tahu, dan kesal yang bercampur aduk, ia meletakan kepalanya di atas meja, ditopang oleh kedua tangannya yang dilipat. Kyuhyun melihat hal itu. Namun ia tidak menegur Chullie karena berpikir Chullie marah atas tegurannya tadi.
Setelah pelajaran selesai, semua siswa keluar. Ada beberapa masih berkemas, termasuk Chullie. “Chullie ah, kemarilah..!” Panggil Kyuhyun yang  juga sedang membereskan barang-barangnya. “Maafkan aku, ya, tadi aku sembarangan menegurmu seperti itu,” bisik Kyuhyun.
“Sudahlah, tak usah dibahas lagi...” Chullie berjalan hendak pergi. Namun tangan laki-laki itu menahannya.
“Bisa bantu aku membawa buku-buku ini ke ruangan Pak Hangeng?” tanyanya.
“Ehm...” Chullie ragu. “Baiklah!” Chullie mengambil beberapa buku tebal ke tangannya.
Kyuhyun merasa senang dan yakin kalau Chullie tidak marah. Ia berpikir untuk mengajaknya makan siang. Ia ingin membicarakan hal yang serius dengan gadis yang dicintainya itu.
“Pak Cho, ada beberapa hal yang kami belum mengerti, bisa tolong kami?” tanya seorang dari 3 mahasiswi yang mendatangi Kyuhyun.
Chullie melihat ke arah Kyuhyun dan 3 orang yang sekarang sudah mengelilinginya. Kyuhyun melihat sekilas ke arah Chullie sebelum akhirnya memalingkan wajah dan fokus pada pertanyaan yang diberikan para mahasiswi itu.
“Aku duluan..” Ucap Chullie pelan, dan pastinya tak akan terdengar oleh Kyuhyun.
Chullie berjalan menyusuri lorong kampus sambil memeluk 2 buah buku tebal. Ia mengantar buku itu ke sebuah ruangan yang dari luar terlihat gelap. Terdapat meja, kursi, dan rak buku di sana. Saat hendak masuk, ia melihat seorang laki-laki berusia sekitar 27 tahun sedang berdiri mencari buku di rak-rak.
“Permisi, aku mengantarkan ini atas permintaan Pak Cho Kyuhyun..” Ucap Chullie.
“Ah, silahkan... taruh saja di atas meja” Ucap laki-laki itu dengan nada ramah tanpa mengarahkan pandangannya pada Chullie.
“Ini...” Chullie tidak meletakannya di atas meja, melainkan menyerahkan buku itu padanya.
“Ku bilang letakan di...” Laki-laki itu berbalik dan menghentikan kata-katanya saat melihat Chullie. “Kau?” ucapnya datar. Ia menerima buku itu dan langsung memalingkan wajahnya dari Chullie.
Hati Chullie sangat sakit diperlakukan demikian, namun ia tetap tersenyum.
“Pak Hangeng, kemarin Anda pergi dengan siapa ke teater itu?” tanya Chullie sambil menduduki meja yang terdapat di samping laki-laki bernama Hangeng.
Matanya melirik Chullie dari balik kacamata berframe hitam. “Apa urusannya denganmu?” tanyanya.
“Urusannya?” Chullie mulai menggerak-gerakkan kakinya. “Aku adalah manusia tercantik yang pernah Tuhan ciptakan, dan kemarin, kulihat gadis yang bersama Anda itu mengancam eksistensi saya sebagai manusia tercantik,” Chullie tersenyum licik.
“Wanita yang cantik, budi pekertinya tinggi, cerdas, dan tak banyak bicara. Bagaimana kau bisa mengatakan dirimu cantik, kalau kau tidak memiliki 3 hal itu?”
Kata-kata bernada datar itu menusuk hati Chullie sangat dalam, namun ia tetap berusaha untuk bertahan. “Laki-laki kejam dan tak berperasaan seperti Anda, pantaskah disebut laki-laki  yang tampan?” ucapnya dengan nada meledek.
“Setidaknya aku tak pernah mengatakan diriku tampan,” Ucap Hangeng dengan mata masih menuju buku.
Chullie tak dapat menahan air matanya. Ia turun dari atas meja dan berjalan ke luar ruangan itu. Tepat setelah pintu itu ia tutup, air matanya menetes. Saat berbalik, ia menabrak Kyuhyun yang memang akan masuk ke ruangan itu.
“Chullie ah, kau kenapa?” tanya Kyuhyun.
“Ehmm... ini? Debunya membuat mataku perih..” Chullie berbohong. Ia mengibas-ngibaskan telapak tangannya di depan mata yang terasa panas akibat menahan tangis.
“Benar kau baik-baik saja?”
“Gwaenchana... Don’t Worry, Oppa...!” Ucap Chullie sambil tetap tersenyum dan membalikan badannya sambil berlari membelakangi Kyuhyun.
Kyuhyun menatap gadisnya itu sampai menghilang dari pandangannya sebelum ia masuk ke ruangan. “Pak Hangeng, Apa yang terjadi pada Kim Heechul?” Tanya Kyuhyun pada pemimpinnya itu. “Kulihat ia seperti menangis,” tambahnya.
“Entahlah... Tapi ruangan ini memang membuat mataku perih... Aku keluar dulu. Kau bereskan ruangan ini. Saat membereskannya, jangan lupa memakai masker,”.
“Arraso...!” Kyuhyun mengangguk dan memperhatikannya sampai dia keluar ruangan.

Sementara itu,
“Siwonnie,” Ucap Chullie yang sedang terisak sambil memegangi handphonenya.
“Ya, Chullie ah? Ada apa? Kau menangis?” tanya Siwon di seberang sana.
“Cepat kemari. Aku ada di tempat parkir! Antar aku pulang sekarang!” Chullie setengah berteriak, sambil tetap menangis.
“Ba, baik.. aku akan segera ke sana!” Siwon memutuskan sambungan teleponnya dan menuju tempat Chullie.
Di sana, ia menemukan seorang gadis yang berjongkok di sebelah mobil sambil mencoba menahan tangisnya agar tak bersuara. Melihat Siwon datang, ia langsung berdiri dan memeluknya. Siwon balas memeluk Heechul. Ia mengelus punggungnya dan membiarkan ia menangis di atas bahunya.
Setelah agak tenang, barulah mereka masukk ke mobil. Siwon menjalankan mobilnya dan berhenti setelah mereka keluar gerbang kampus.
“Apa yang terjadi, Chagi ah?” tanya Siwon, khawatir.
“Hiks... tidak... hiks..”Chullie masih terisak. Dalam hati ia merasa tak mungkin untuk menceritakan mengenai Hangeng pada Siwon. Laki-laki itu sudah cukup menderita karena hubungannya dan Kyuhyun.
“Kau seperti ini,mana mungkin tidak terjadi sesuatu? Apa KEKASIHMU itu menyakitimu?” tanya Siwon, dengan penekanan pada kata ‘kekasihmu’.
Chullie menggeleng, “Kami baik-baik saja... hiks..”
“Lantas apa?” tanya Siwon.
“Sudahlah.. jalan...! Tolong jangan buat aku semakin mengingat hal itu!” Mohon Chullie.
“Baiklah..” Siwon mengelus kepala Chullie, lalu menjalankan kembali mobilnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar