Rabu, 29 Juni 2011

FF: "A Whole New World" (World 2) Part 1

Tittle : A Whole New World
Main Cast : Wookie, Kyuhyun.
Other Cast : Minnie, Kim Jong Woon, Lee Soo Man, Hyukkie, Donghae, Ortu Minnie dan Ortu Kyuhyun
Soundtrack :Just You

 
Part 2: Just You


Setelah hampir dua tahun menjalankan profesinya sebagai penyanyi, jadwal Wookie menjadi sangat padat, sehingga ia jarang menjenguk Kyuhyun. Sementara Minnie tetap memegang janjinya pada Wookie untuk merawat Kyuhyun selama Wookie tidak bisa bersamanya.

Sepulang kuliah, Minnie langsung ke rumah sakit untuk melihat keadaan Kyuhyun, menemaninya, dan melaporkan pada Wookie tentang keadaannya. Ia dan Kyuhyun memang bersahabat sejak kecil, sedangkan Wookie baru mereka kenal saat kelas 4 SD, dimana ia menjadi siswa baru di sekolah mereka.

Sejak orang tua Wookie membuka memperluas bisnis mereka sampai ke luar negeri, mereka menitipkan Wookie kepada orang tua Minnie. Wookie sangat berhutang budi pada orang tua Minnie yang juga memberi kasih sayang padanya. Sementara Minnie, yang hanya dari keluarga biasa, kehidupan mereka dibiayai sepenuhnya oleh keluarga Wookie, sehingga Minnie merasa berhutang budi juga. Ia tak pernah keberatan jika Wookie memintainya tolong. Bukan karena hutang budinya, tapi ia juga telah menganggap Wookie dan Kyuhyun seperti saudara kandungnya sendiri.

Sesekali, Wookie meneleponnya untuk menanyakan keadaan Kyuhyun. Hampir tiap hari ia melakukannya. Namun semakin lama frekuensinya semakin jarang. Bahkan bulan ini, Wookie tak meneleponnya sama sekali. Namun Minnie mengerti betapa sibuknya Wookie. Terlebih, tak lama lagi Wookie akan segera melakukan ‘Tour Asia’.

Suatu hari, terdengar gosip yang mengatakan bahwa Wookie menjalin hubungan dengan Manajernya, Kim Jong Woon. Minnie langsung memindahkan chanel tv yang membicarakan tentang gosip itu. “Tenanglah, Kyuhyun. Kau percaya pada Wookie, kan? Ia sangat mencintaimu, tak mungkin mengkhianatimu,” Ucap Minnie sambil menyisir rambut Kyuhyun. “Menjadi seniman terkenal seperti itu memang rentan gosip. Kau dapat memahaminya, kan, Kyuhyunnie?”

Sementara itu,

“Yah! Apa-apaan ini? Mengapa menciptakan gosip yang tidak-tidak mengenai aku dan Wookie?” Tanya Jongwoon, manajer Wookie, pada Lee Soo Man, salah seorang pemimpin rumah produksi tempat Wookie menjadi artis *mianhae Om Sooman*.

“Tenanglah, Jongwoonnie.. Ini ditujukan untuk mengangkat nama Wookie. Sudah wajar, sebagai entertainer digosipkan seperti ini..” Ucap pemimpin rumah produksi mereka.

“Aku tak terima ini!” Seru Jongwoon dengan nada marah.

Jongwoon sudah jengkel dengan perkataan Lee Soo Man. Namun ia tak dapat berbuat apa-apa. Dalam hal ini posisi Jongwoon sebagai bawahan. Ia keluar dari ruangan itu dan membanting pintunya. Ia pergi ke apartemen Wookie untuk membicarakan tentang masalah itu.

“Sebenarnya tak masalah bagiku, toh itu hanya gosip, kan?” Ucap Wookie dengan tenang, ketika Jongwoon sudah sampai di apartemennya.

“Jadi kau membela mereka?” ucap Jongwoon dengan nada meninggi.

“Bukan begitu, Oppa...” Ucap Wookie. Dua tahun bekerja sama, gadis itu merasa sudah dekat dengan sang manajer, maka dari itu ia memanggilnya Oppa.

Ia menghampiri Jongwoon dan merangkulnya, “Pada kenyataannya kan tidak seperti itu! Aku memanggilmu ‘Oppa’ karena kita memang sudah dekat, seperti Oppa-Dongsaeng. Jadi kurasa kita tak perlu menghiraukan hal itu.” Jelas Wookie.

Jongwoon terdiam sesaat. “Kau begitu baik, Wookie ah..” Ucapnya pelan. Telah lama ia merasakan kebaikan Wookie. Ia tak pernah mengeluh meskipun jadwalnya sangatlah padat. Bila ada beberapa fans yang melukainya, Wookie pun tidak menghiraukan rasa sakit itu. Ia tetap tersenyum dan menyapa semua fansnya. Begitu pula dengan kesetiaannya pada Kyuhyun. Semakin lama bersama Wookie, membuat Jongwoon diam-diam menyimpan perasaan yang lebih dari sekedar partner kerja, bahkan oppa-dongsaeng, terhadap Wookie. Namun ia menyadari hal ini tidaklah mungkin. Wookie terlalu mencintai kekasihnya. Bahkan sampai Cho Kyuhyun koma selama 3 tahun, ia masih tetap mencintai Kyuhyun. Itu juga yang membuatnya menolak gossip buatan Lee Soo Man. Ia tidak mau membuat dirinya semakin jatuh cinta pada Wookie.

“Ya, Oppa? Apa yang kau katakan?” tanya Wookie, yang mendengar sesuatu dari mulut Jongwoon.

“Ti, tidak.. lupakan...” ucap Jongwoon beranjak dari tempat duduknya.

Wookie ikut beranjak sambil memegang lengannya. “Oppa begitu baik,” Ucap Wookie tersenyum pada Jongwoon. “Kalau aku boleh tahu, apa yang membuatmu menolak usulan ketua?” Tanya Wookie. Ketua yang ia maksud adalah Lee Soo Man.
“Itu… aku tidak mau membuat Kyuhyun tersakiti…” Jongwoon menunduk.
Wookie menggenggam kedua tangan Jongwoon, “Kyuhyun akan baik-naik saja…. Lagi pula ini hanya pura-pura, kan?” Ia menatap mata manajernya.
Tanpa Wookie sadari, aliran darah Jongwoon terasa semakin cepat. Ia merasa, bila tidak segera melepaskan tangan Wookie, mungkin beberapa saat lagi ia akan memeluknya.
“Kita cukup seperti ini…” Wookie memeluk tangan Jongwoon yang kuat. “Dan semua orang akan berpikir kita memang berpacaran…” Ucapnya sambil tertawa.

“Wookie ah...” panggil Jongwoon. Wookie menengadahkan kepalanya sehingga mata mereka bertemu. “Selama Kyuhyun koma, maukah kau menjadi kekasihku? Untuk menyenangkan hatiku saja...” Ucapnya lirih.

“O.. Oppa.. maksudmu hanya untuk media saja kan?” tanya Wookie, gugup, sambil melepaskan pelukannya, namun tangannya diraih oleh Jongwoon.

“Tidak, aku serius. Kau tahu, aku jatuh cinta padamu,” Ucap Jongwoon.

“Tidak Oppa.. aku.. mana mungkin aku menjadi kekasihmu, Kyuhyun....” Wookie mencoba melepaskan tangannya dari tangan Kyuhyun.

“Kumohon... setelah Kyuhyun sadar, kau boleh memutuskanku dan bersamanya lagi..”

“Ta... tapi... Oppa.. ini....” Wookie terbata dalam mengucapkan kalimatnya.

“Ini tahun ketiga dia koma, kan? Apa kau yakin ia akan bangun kembali?” tanya Jongwoon. Kata-katanya membuat tubuh Wookie lemas dan jatuh terduduk ke lantai. Dari matanya, menetes butiran-butiran air mata. Jongwoon terkejut dengan apa yang telah ia katakan pada gadis yang ia cintai. Kata-kata itu telah menyakitinya. Ia merasa apa yang dia ucapkan sangatlah picik. “Maafkan aku... Lupakan saja,” Ucap Jongwoon, hendak melangkahkan kaki ke arah pintu. Namun kemudian ia berbalik, “Kalau setelah malam ini kau membenciku, aku tak keberatan. Aku siap kalau kau ingin memecatku sebagai manajermu,” Ucapnya, melanjutkan langkahnya.

Wookie memikirkan segala hal mengenai Jongwoon yang begitu baik. Setiap ia menjenguk Kyuhyun, yang menemaninya adalah Jongwoon. Sekalipun Wookie menemani Kyuhyun sampai keesokan paginya, Jongwoon tetap setiap menunggunya. Saat ia hampir putus asa karena Kyuhyun tidak menunjukkan kemajuan, Jongwoon pulalah yang menyemangatinya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa segala hal yang dilakukan Jongwoon memiliki dampak besar terhadap dirinya dan apa yang ia lakukan untuk Kyuhyun tidak akan pernah terwujud tanpa manajernya itu. Wookie sendiri tidak tahu sejak kapan Jongwoon menaruh perasaan padanya, yang pasti, itu akan sangat menyakitkan bila mengetahui yang ia lakukan terhadap Wookie semata untuk orang lain yang Wookie cintai. Tiba-tiba, Wookie merasa takut kehilangan Jongwoon. Ia menatap punggung laki-laki yang sebentar lagi akan meninggalkan ruangannya. “O,, Oppa...” Panggil Wookie ditengah isakannya. “Jangan tinggalkan aku...” Ucapnya.

Jongwoon menghampiri gadis itu. Ia membantunya untuk berdiri. Tiba-tiba-tiba saja, Wookie memeluknya lagi. Tangisannya meledak di dada Jongwoon. Ia membelai rambut panjang gadis itu. “Maafkan aku, Wookie ah..” ucapnya.

“Maafkan aku juga, Oppa.. Aku tak pernah menyadari pengorbananmu selama ini...” Batin Wookie. “Kalau benar kau mencintaiku, kau pasti sangat sedih karena setiap saat harus mendengarku yang selalu menceritakan tentang Kyuhyun yang sedang koma, tentang masa lalu kami, bahkan menemaniku di rumah sakit. Aku ingin membalas kebaikanmu itu, tapi aku tak tahu bagaimana caranya. Aku ingin membuatmu senang, tapi apa yang dapat aku lakukan? Haruskah aku menjadi kekasihmu? Apa hanya itu yang dapat membuatmu bahagia?” batin Wookie. Ia melepaskan pelukannya dari Jongwoon. “Oppa, terimakasih karena selama ini telah menemani dan menjagaku. Aku akan membuat Oppa senang.. Apapun yang Oppa mau akan ku penuhi, termasuk menjadi kekasihmu,” Ucap Wookie.

Jongwoon terkejut, “Kau mau menjadi kekasihku?” tanyanya. Wookie mengangguk. Jongwoon memeluk gadis itu. “Terimakasih, Wookie ah... Aku senang. Meski tak bisa selamanya, aku tetap senang!” Ucap Jongwoon sambil mempererat pelukannya.

Malam itu, Jongwoon memutuskan untuk menemani Wookie di apartemennya. Paginya, barulah ia pulang, tentunya setelah Wookie bangun.

Betapa terkejutnya Jongwoon saat keluar lift. Banyak wartawan ada di sana dan langsung menyerbunya dengan berbagai pertanyaan. Jongwoon mencoba meloloskan diri dengan susah payah. Para wartawan terus mengejarnya.

>>>Next>>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar