Rabu, 29 Juni 2011

FF: "A Whole New World" (Prolog)

Tittle : A Whole New World

Main Cast : Wookie, Kyuhyun.

Soundtrack : You're My Endless Love, Just You, The One I Love, A Whole New World (Peabo & Regina) + You Are So Beautiful & Marry You


PROLOG
Nit..nit...nit....nit...

“Kondisinya saat ini agak buruk. Ia mengalami cedera di bagian rusuk dan tulang belakangnya,” Ucap dokter.

“Kapan ia akan sadar?” tanya sang ayah.

“Mungkin minggu depan, tahun depan, bahkan sepuluh tahun ke depan,”

Jawaban dokter membuat hatinya sesak. Bagaimanapun juga, laki-laki yang sedang terbaring koma di salah satu kamar di ruang ICU yang berbatas kaca dengan ruangan tempat ia berbicara dengan dokter itu adalah putranya, putra kandungnya. Mana mungkin sanggup ia melihatnya seperti itu. Meskipun demikian, sang ayah tetap menginginkan putranya untuk sembuh. Ia sangat mengharapkan hal itu. “Tapi ia pasti akan sadar, kan?”

“Soal itu, saya tak bisa berbicara banyak. Sampai sekarang putra anda masih bisa bertahan karena alat-alat yang menempel di tubuhnya. Bila alat-alat itu dicabut, saat ini juga nyawanya tak akan dapat dipertahankan,”

Harapan sang ayah seolah pupus. Ia tak tahu harus berbuat apa. Membiarkan anaknya mati tentu bukan hal yang mudah baginya. Tapi di sisi lain, biaya perawatan rumah sakit harus terpenuhi. Meski soal uang ia dapat bekerja keras agar itu terpenuhi, bila pada akhirnya Tuhan menghendaki sang anak meninggal, maka semuanya sia-sia.

Sang ayah pun keluar dari ruang ICU untuk menemui anggota keluarga yang lain untuk merembukan hal itu. Ia menceritakan apa yang dokter katakan, sampai hal-hal yang ia pertimbangkan apakah akan meneruskan pengobatan atau menghentikannya.

“Kalau keadaannya tidak pasti seperti ini, kurasa sebaiknya membiarkan dia beristirahat dengan tenang. Setidaknya ada kepastian untuk saat ini, bahwa dia ada di tempat yang lebih baik. Ini lebih baik dari pada kalian terus begini, memikirkan apakah dia akan sadar atau tidak. Ini sudah lewat sebulan, kan? Dan keadaannya masih belum membaik,” Paman dari laki-laki itu mengungkapkan pendapatnya.

“Dia anak yang baik, aku tak sampai hati membiarkannya pergi seperti itu. Soal biaya aku dapat membantu kalian dengan cuma-cuma. Namun ada benarnya apa kata suamiku tadi. Saat ini dia sedang dalam ketidakpastian. Dan kalian pasti akan selalu memikirkannya. Saat kalian memikirkannya, apakah pekerjaan kalian akan selesai dengan baik?”

“Baiklah, jadi kita sepakat untuk melepaskan dia saja?” tanya ayahnya dengan nada suara bergetar karena menahan tangis.

Kedua wanita terdekat dalam hidup laki-laki itu, ibu dan kakak perempuannya terduduk lemas di atas kursi, tak menyangka hidup magnae dalam keluarga mereka akan setragis itu. Kecelakaan yang menimpanya bersama teman-temannya berakibat tidak baik untuk putra mereka.

“Tunggu dulu!” Ucap seorang gadis yang baru datang dan sempat mendengar ucapan putus asa sang ayah. Rambut hitamnya yang panjang tampak kusut. Wajahnya juga pucat dan sembab. “Aku, aku, aku akan membiayai pengobatan Kyuhyun! Kalau kalian keberatan, aku akan menanggung 100% biayanya. Tapi tolong biarkan dia hidup! Kumohon!” Ucapnya sambil terisak.

“Wookie ah..” Ucap sang ayah.

“Ya, Ajusshi, aku akan membiayainya! Aku tak mau kehilangan dia. Dia adalah oranng yang sangat berarti untukku! Kumohon...”

Mereka semua saling berpandangan, “Wookie ah, kau akan mendapatkan uang darimana? Kami tahu orang tuamu kaya, tapi apa mereka akan mengijinkan bila kau menggunakan uang mereka untuk Kyuhyun? Kami tak akan membiarkan hal itu terjadi!” Ucap Sang Paman.

“Aku akan menggunakan uangku sendiri. Aku akan menunda kuliahku dan mencari pekerjaan dengan gaji yang tinggi agar Kyuhyun dapat hidup kembali! Tolonglah, Ajusshi, Ajumma... Kumohon..!” Wookie hampir berlutut di hadapan mereka kalau kakak dari Kyuhyun tak menahan badannya.

“Kau sangat kurus, Wookie ah, matamu juga sembab... Kau pasti sangat memikirkan Kyuhyun, ya?” tanyanya

“Eonie, kau tahu aku tak dapat hidup tanpa Kyuhyun... Kalau Kyuhyun mati, aku tak tahu harus bagaimana lagi...” tangisnya mulai meledak.

“Baiklah, kami akan membiarkan Kyuhyun hidup. Dokter tak akan mencabut peralatan yang membuatnya tetap bernafas. Tenang saja.” Ucapnya.

*TBC*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar